Politik dan Pemerintahan

Mario Lawalatta Pimpin Perindo SBT, Bangun Kekuatan Partai di Tengah Tantangan Nol Kursi DPRD

3
×

Mario Lawalatta Pimpin Perindo SBT, Bangun Kekuatan Partai di Tengah Tantangan Nol Kursi DPRD

Sebarkan artikel ini
IMG 20261107 WA0087

Ambon, Dharapos.com – Mario Lawalatta resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Perindo Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Wakil Bupati Maluku Tengah (Malteng) itu dilantik langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo, Angela Herliani Tanoesoedibjo, di Baileo Oikumene Ambon, Jumat (6/11/2026).

Usai pelantikan, Mario mengungkapkan, keputusannya bergabung dan tetap bertahan di Partai Perindo bukanlah sesuatu yang baru. Ia mengaku telah menjadi bagian dari partai tersebut sejak awal terbentuk bersama istrinya.

Menurutnya, loyalitas terhadap Perindo telah terbangun sejak lama. Bahkan, apresiasi yang disampaikan Ketua Umum dalam pidato pelantikan semakin memperkuat semangatnya untuk membesarkan partai.

“Perindo itu memang dari awal terbentuknya, saya sudah di Perindo bersama istri. Jadi memang loyalitas kami kepada Perindo tetap,” ungkapnya.

Terkait penunjukannya memimpin Perindo SBT, Mario mengakui tantangan yang dihadapi tidak ringan. Pasalnya, partai tersebut hingga kini belum memiliki satu pun kursi di DPRD Kabupaten SBT.

Kondisi itu menjadi pekerjaan besar yang harus dijawab melalui konsolidasi dan penguatan organisasi hingga ke tingkat kecamatan.

Ia menyebutkan, wilayah SBT dengan enam kecamatan membutuhkan kerja politik yang serius, termasuk keberanian untuk bertanggung jawab dan memfasilitasi seluruh kebutuhan organisasi.

“Menjadi ketua itu juga harus berani bertanggung jawab dan berani memfasilitasi. Dengan kondisi partai kita di SBT belum punya satu kursi pun, itu menjadi berat kalau tanggung jawab diberikan untuk saat ini,” jelasnya.

Karena itu, fokus awal kepemimpinannya adalah membangun struktur kepengurusan di tingkat kecamatan sebagai fondasi memperkuat eksistensi Perindo di daerah tersebut.

Sementara ketika ditanya mengenai kemungkinan kembali bersaing dalam kontestasi Pilkada mendatang, termasuk peluang berbeda pilihan politik dengan Zulkarnain Awat Amir yang saat ini menjadi pasangannya dalam pemerintahan, Mario memilih tidak berspekulasi.

Menurutnya, masih banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan saat ini sebelum berbicara mengenai agenda politik ke depan.

“Yang pasti kita tidak bisa berbicara untuk yang akan datang dulu. Yang di depan mata saja belum selesai tugas-tugas kita. Kita selesaikan tanggung jawab dulu yang ada, nanti ke depan itu jawaban dari Tuhan,” tandasnya.

Ia menambahkan, sebagai pemimpin, dirinya harus mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat. Sebab, luasnya wilayah pelayanan pemerintahan membutuhkan kepekaan dan respons yang tepat agar aspirasi masyarakat tidak terlambat ditindaklanjuti.

Menurut Mario, kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian utama seorang pemimpin. Karena itu, setiap aspirasi yang disampaikan harus direspons dengan cepat agar pelayanan dan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *