Utama

Wali Kota Ambon: Generasi Muda Harus Jadi Benteng Kognitif NKRI

0
×

Wali Kota Ambon: Generasi Muda Harus Jadi Benteng Kognitif NKRI

Sebarkan artikel ini
Walkot BW Generasi Ambon Benteng Kognitif NKRI

Ambon, Dharapos.com – Kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pola dan metode peperangan yang kini tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik maupun agresi militer. Di era digital, ancaman dapat muncul melalui perang informasi dan perang kognitif yang berupaya memengaruhi cara berpikir, persepsi, emosi, hingga keyakinan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara di Hotel Santika Ambon, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, masyarakat saat ini menghadapi fenomena perang multidimensi, termasuk perang kognitif yang dilakukan secara sistematis untuk memengaruhi pola pikir, persepsi, keyakinan, emosi, bahkan ideologi masyarakat.

“Ancaman saat ini tidak lagi selalu berbentuk ancaman fisik atau agresi militer. Kita menghadapi fenomena perang multidimensi, termasuk perang kognitif, yaitu upaya sistematis untuk memengaruhi cara berpikir, persepsi, keyakinan, emosi, bahkan ideologi kita,” ujar Wattimena.

Ia menjelaskan, berbagai ancaman tersebut dapat muncul melalui penyebaran informasi menyesatkan, propaganda digital, ujaran kebencian, radikalisme, intoleransi, hingga manipulasi opini publik melalui berbagai platform media sosial.

Selain itu, perilaku konsumtif akibat kecanduan game online, praktik pinjaman online, dan judi online juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Generasi muda dinilai menjadi salah satu kelompok yang paling rentan sekaligus menjadi sasaran utama berbagai pengaruh negatif tersebut.

Karena itu, tema kegiatan yang menempatkan generasi muda sebagai penjaga benteng kognitif Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dinilai sangat relevan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Wattimena menegaskan, generasi muda harus memiliki kemampuan berpikir kritis serta literasi digital yang baik agar mampu membedakan fakta dan opini, menolak informasi palsu atau hoaks, tidak mudah terprovokasi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurutnya, bela negara pada masa kini tidak selalu diwujudkan dengan mengangkat senjata. Bela negara dapat ditunjukkan melalui sikap, perilaku, serta kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pelajar yang belajar dengan sungguh-sungguh, mahasiswa yang aktif mengembangkan inovasi, guru yang mendidik dengan keteladanan, pemuda yang menjaga persatuan, hingga masyarakat yang bijak menggunakan media sosial merupakan bagian dari upaya bela negara.

Wattimena juga mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai-nilai kearifan lokal Maluku, seperti semangat pela-gandong, hidup orang basudara, ale rasa beta rasa, serta potong di kuku rasa di daging.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak boleh hanya menjadi slogan atau narasi, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku masyarakat Maluku, khususnya warga Kota Ambon.

“Nilai-nilai itu harus terimplementasi dan teraktualisasi dalam sikap serta tingkah laku setiap orang Maluku dan orang Ambon, sehingga kita memiliki semangat hidup bersaudara dan menempatkan persatuan serta kesatuan di atas segalanya,” katanya.

Sebagai Wali Kota Ambon, Wattimena mengajak seluruh generasi muda untuk merawat warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur daerah.

Ia juga menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai bagian dari penguatan karakter dan semangat bela negara. Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, serta adat istiadat yang menjadi kekuatan dan identitas bangsa.

“Keberagaman tersebut adalah kekuatan dan menjadi identitas kita sebagai negara majemuk yang terbingkai dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Menurut Wattimena, moderasi beragama mendorong masyarakat untuk saling menghargai, menolak ekstremisme, menghindari ujaran kebencian, serta mengedepankan dialog dan persaudaraan.

Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai program yang berorientasi pada penguatan karakter generasi muda, termasuk pembinaan dan pendidikan kesadaran bela negara.

“Kami mendukung penuh seluruh kegiatan ini. Kami percaya investasi yang dilakukan hari ini adalah menguatkan generasi muda, sehingga kelak ketika mereka menggantikan kita, mereka menjadi pemimpin yang berintegritas dan mengerahkan seluruh kemampuannya demi bangsa dan Negara Republik Indonesia,” pungkasnya.

(dp-19)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *