Ambon, Dharapos.com – Program prioritas Pemerintah Kota Ambon untuk memastikan masyarakat memperoleh akses air bersih terus menunjukkan perkembangan. Di balik upaya tersebut, peran Plt Direktur Perumdam Tirta Yapono Pieter Saimima dinilai cukup strategis dalam mendorong percepatan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Sejak dipercaya memimpin Perumdam Tirta Yapono oleh Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Saimima bersama jajaran perusahaan daerah itu bergerak melakukan berbagai pembenahan, mulai dari pembangunan jaringan baru, perbaikan jaringan lama hingga mengaktifkan kembali sejumlah infrastruktur air yang sebelumnya tidak difungsikan.
Langkah ini sejalan dengan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Ambon, yaitu pemerataan akses air bersih bagi seluruh masyarakat. Bahkan Pemerintah Kota Ambon memberikan dukungan penyertaan modal sebesar Rp2,25 miliar untuk membantu pengembangan jaringan air bersih di sejumlah wilayah yang belum terlayani.
Dana tersebut digunakan untuk pengembangan jaringan air bersih pada beberapa titik seperti Halong Baru, Halong Atas, Passo (Waimahu Tahola), Kudamati Atas dan Kezia yang selama ini belum sepenuhnya menikmati layanan air bersih.
Selain pembangunan jaringan baru, Perumdam Tirta Yapono juga melakukan langkah strategis dengan mengaktifkan kembali sejumlah bak penampung air yang sebelumnya tidak difungsikan dalam waktu cukup lama.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah bak penampung air di kawasan Kudamati, yang sebelumnya sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu namun tidak dimanfaatkan secara maksimal. Di bawah kepemimpinan Piet Saimima, fasilitas tersebut kembali diaktifkan untuk mendukung distribusi air bersih bagi masyarakat di kawasan perbukitan Kudamati dan sekitarnya.
Langkah tersebut menjadi penting karena kawasan perbukitan seperti Kudamati sebelumnya cukup kesulitan memperoleh akses air bersih dan sebagian warga harus membeli air menggunakan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan dibukanya jaringan dan pengaktifan infrastruktur tersebut, masyarakat kini mulai mendapatkan suplai air bersih secara lebih terjangkau.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur, Perumdam Tirta Yapono juga dikenal cukup responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat. Salah satu contoh terlihat dalam program WAJAR (Wali Kota Jumpa Rakyat), di mana berbagai keluhan warga terkait air bersih yang disampaikan langsung kepada Wali Kota segera ditindaklanjuti oleh Perumdam.
Melalui koordinasi cepat antara Pemerintah Kota Ambon dan Perumdam Tirta Yapono, berbagai persoalan distribusi air di sejumlah wilayah dapat segera ditangani melalui perbaikan jaringan, pembukaan jalur distribusi baru hingga pengaktifan kembali bak penampung air yang sebelumnya tidak berfungsi.
Di sisi lain, upaya pembenahan yang dilakukan juga berdampak positif terhadap kinerja perusahaan daerah tersebut. Perumdam Tirta Yapono bahkan berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan dari sebelumnya sekitar Rp900 juta – Rp1 miliar per bulan menjadi sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp1,8 miliar per bulan, seiring dengan peningkatan pelayanan dan pembangunan jaringan air bersih di berbagai wilayah Kota Ambon.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembenahan yang dilakukan tidak hanya berdampak pada pelayanan publik, tetapi juga memperkuat kinerja perusahaan daerah.
Banyak pihak menilai bahwa keputusan Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mempercayakan kepemimpinan Perumdam Tirta Yapono kepada Piet Saimima merupakan langkah yang tepat. Dengan pengalaman birokrasi serta kemampuan manajerial yang dimilikinya, Saimima dinilai mampu menggerakkan organisasi tersebut untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon dan Perumdam Tirta Yapono pun diharapkan terus berlanjut sehingga target pemerataan akses air bersih bagi seluruh masyarakat Kota Ambon dapat terwujud dalam beberapa tahun ke depan.
(dp-53)













