Politik dan Pemerintahan

Perumdam Tirta Yapono Siapkan Suplai Air Bersih untuk 300 Rumah MBR di Kuda Mati Atas

44
×

Perumdam Tirta Yapono Siapkan Suplai Air Bersih untuk 300 Rumah MBR di Kuda Mati Atas

Sebarkan artikel ini
IMG 20260506 093048 866 scaled
0-4096x3072-0-0-{}-0-24#

Ambon, Dharapos.com — Perumdam Tirta Yapono mulai mempersiapkan penyediaan air bersih guna mendukung pembangunan perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan Kuda Mati Atas, Rabu (6/5/2025).

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas permohonan dari pihak pengembang, PT Maluku Drop Core, yang tengah menggarap proyek perumahan subsidi sekaligus komersial di wilayah tersebut.

Direktur PT Maluku Drop Core, Elok Andries, menjelaskan bahwa pembangunan perumahan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Kota Ambon dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami telah mengajukan proposal kepada Wali Kota dengan tembusan ke PDAM. Dalam pembangunan rumah subsidi ini, ketersediaan air bersih menjadi syarat utama bagi hunian yang layak,” ujarnya.

Ia menambahkan, lahan yang disiapkan untuk proyek tersebut seluas tiga hektare, dengan rencana pembangunan bak penampung air berkapasitas sekitar 300 meter kubik. Pembangunan perumahan MBR ini ditargetkan mulai berjalan di tahun 2026 ini.

IMG 20260506 093710 253 scaled
Lahan Perumahan MBR di Kuda Mati Atas

Sementara itu, Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan syarat penting dalam pembangunan kawasan hunian MBR.

Menurutnya, pemerintah kota telah memberikan arahan agar Perumdam segera menyiapkan fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan sekitar 300 unit rumah yang akan dihuni kurang lebih 1.200 jiwa.

“Pengembang akan membangun bak penampung, sementara kami akan menyiapkan sumber air melalui pembangunan sumur khusus. Ini dilakukan agar tidak mengganggu distribusi air bagi warga kota lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, skema penyediaan air ini akan diberlakukan serupa dengan kawasan besar lainnya, seperti area industri dan perumahan skala besar, dengan sistem suplai mandiri yang terintegrasi.

Perumdam Tirta Yapono bersama pihak pengembang juga telah meninjau lokasi pembangunan. Diharapkan, proses penataan lahan dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan, dilanjutkan dengan pembangunan bak penampung.

“Jika semua berjalan sesuai rencana, pada bulan Juni jaringan air bersih sudah bisa mulai tersedia di kawasan ini,” harap Saimima.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung program penyediaan air bersih bagi seluruh warga Kota Ambon, khususnya dalam periode pembangunan 2025–2030.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *