Ambon, Dharapos.com – Majelis Taklim Al Madinah Pemerintah Kota Ambon bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon menggelar kegiatan pembagian daging kurban Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi sekaligus perayaan Milad ke-3 Majelis Taklim Al Madinah, di Pattimura Park, Ambon, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette, Ketua Dharma Wanita, Ketua TP PKK Kota Ambon, pimpinan OPD, ibu-ibu Majelis Taklim, serta jajaran pengurus PKK Kota Ambon.
Ketua Panitia, Ulfa, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan diawali dengan pemotongan hewan kurban sejak pagi hingga siang hari.

Menurutnya, kolaborasi antara Majelis Taklim Al Madinah dan TP PKK Kota Ambon menjadi bentuk nyata sinergi dalam menebar kepedulian sosial, memperkuat ketahanan keluarga, serta mempererat silaturahmi di lingkungan pemerintah dan masyarakat.
“Pelaksanaan ibadah kurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud empati sosial bagi masyarakat yang membutuhkan di Kota Ambon,” ujarnya.
Ulfa menjelaskan, tahun ini pihaknya berhasil menghimpun empat ekor sapi dan empat ekor kambing sebagai hewan kurban yang merupakan bantuan dari Pemerintah Kota Ambon.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Walikota Ambon, Wakil Walikota Ambon, Ketua TP PKK, Sekretaris Kota Ambon, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Daging kurban kemudian didistribusikan kepada sekitar 250 keluarga penerima manfaat yang terdiri dari pegawai Pemerintah Kota Ambon golongan bawah, tenaga lingkup pemerintahan, masyarakat kurang mampu, kaum duafa, hingga penyandang disabilitas di Kota Ambon.
Selain pembagian daging kurban, kegiatan ini juga menjadi momentum syukuran tiga tahun berdirinya Majelis Taklim Al Madinah Pemerintah Kota Ambon. Perayaan ditandai dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol komitmen organisasi dalam mendukung visi Kota Ambon yang inklusif, toleran, dan harmonis melalui penguatan nilai-nilai keagamaan.
Sementara itu, sambutan Walikota Ambon yang dibacakan Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan ritual penyembelihan hewan kurban, melainkan momentum spiritual yang sarat dengan pesan ketaatan, keikhlasan, pengorbanan, kepedulian, serta solidaritas sosial.
Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan makna pengorbanan yang lahir dari ketulusan hati dan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT.
“Pada hakikatnya, memberi bukan semata tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang ketulusan hati. Kurban juga bukan hanya soal yang tampak secara lahiriah, tetapi keberanian membersihkan dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih peduli, ikhlas, dan bermanfaat bagi sesama,” ujar Robby saat membacakan sambutan walikota.
Ia menambahkan, kegiatan pembagian hewan kurban memiliki makna sosial yang besar karena menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Setiap daging kurban yang disalurkan tidak hanya memberikan manfaat material, tetapi juga menjadi simbol kasih sayang, persaudaraan, dan kebersamaan yang mempererat hubungan antarwarga Kota Ambon,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Ambon juga menyampaikan apresiasi atas perjalanan tiga tahun Majelis Taklim Al Madinah yang dinilai telah berperan sebagai wadah pembinaan spiritual, penguatan nilai keagamaan, serta ruang silaturahmi di lingkungan pemerintah dan masyarakat.
Apresiasi serupa diberikan kepada TP PKK Kota Ambon atas dedikasinya dalam kegiatan sosial, pembinaan keluarga, serta pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi antara Majelis Taklim Al Madinah dan TP PKK Kota Ambon pun dinilai menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan keluarga dan masyarakat yang berkarakter, religius, dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat berbagi melalui ibadah kurban harus terus dijaga sebagai bentuk solidaritas dan perhatian kepada sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang pembagian daging kurban, tetapi bagaimana kita bersama-sama menumbuhkan rasa peduli, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat,” ujar Lisa. (dp-53)













