Dobo, Dharapos.com – Komitmen Polres Kepulauan Aru dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba terus diwujudkan melalui edukasi langsung ke lingkungan sekolah.
Kali ini, P.S. Kasat Resnarkoba Polres Kepulauan Aru, Iptu Galip Rumpay, S.H., menyambangi SMA Katolik Yos Sudarso Dobo untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) serta fenomena sosial yang marak di kalangan remaja dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Katolik Yos Sudarso Dobo sejak pukul 11.00 WIT itu diikuti dengan antusias oleh para siswa baru.
Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia MPLS, Daniel Nanlohy, S.Pd, sebelum dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Iptu Galip Rumpay.
Dalam pemaparannya, Iptu Galip Rumpay mengingatkan para pelajar bahwa masa remaja merupakan periode yang sangat rentan terhadap berbagai pengaruh negatif, mulai dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, konsumsi minuman keras, hingga berbagai perilaku menyimpang yang dapat menghancurkan masa depan.
Ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan NAPZA tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat merusak prestasi belajar, hubungan dengan keluarga, bahkan berujung pada proses hukum.
Karena itu, para siswa diminta untuk memiliki keberanian menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
Selain membahas bahaya NAPZA, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai fenomena sosial yang kerap terjadi di kalangan remaja.
Melalui penyuluhan tersebut, para siswa diajak lebih bijak dalam memilih pergaulan, memanfaatkan media sosial secara positif, serta menjaga sikap dan perilaku agar tidak terjerumus ke dalam tindakan yang melanggar hukum.
Kasat Resnarkoba berharap kegiatan sosialisasi ini mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini sehingga para pelajar dapat menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan berkarakter.
Menurutnya, siswa bukan hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan-pesan bahaya narkoba kepada teman sebaya, keluarga, maupun masyarakat.
“Melalui edukasi ini kami berharap para siswa mampu menjadi motor penggerak dalam menyuarakan gerakan anti narkoba di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, sekaligus berperan aktif membantu Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik kehadiran Polres Kepulauan Aru dalam kegiatan MPLS.
Edukasi tersebut dinilai sangat penting sebagai bekal bagi peserta didik baru agar memiliki pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba serta mampu menghadapi berbagai tantangan pergaulan di era modern.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak aktif mengikuti penyampaian materi dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja saat ini.
Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa penyuluhan semacam ini sangat dibutuhkan sebagai upaya pencegahan sejak dini.
Kegiatan Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan NAPZA dan Fenomena Sosial (Perilaku Remaja) dalam rangka MPLS di SMA Katolik Yos Sudarso Dobo berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Acara berakhir sekitar pukul 13.20 WIT dengan harapan para pelajar mampu menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, serta menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari narkoba dan berbagai bentuk kenakalan remaja.
(dp-31)













