Politik dan Pemerintahan

Ekonomi Syariah Berpeluang Besar Berkembang di Kota Ambon

4
×

Ekonomi Syariah Berpeluang Besar Berkembang di Kota Ambon

Sebarkan artikel ini
Walkot BW Ekonomi Syariah

Ambon, Dharapos.com – Ekonomi syariah berpeluang besar berkembang di Kota Ambon. Hal itu mengingat ibukota Provinsi Maluku ini telah ditetapkan sebagai Kota Wakaf.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena usai pembukaan kegiatan Salam Fest X Moluccas Digifest Tahun 2026 di Pattimura Park, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, literasi mengenai perbankan syariah menjadi sangat krusial untuk menghidupkan ekosistem tersebut.

“Literasi khususnya untuk bank syariah ini penting untuk kita hidupkan di Kota Ambon, apalagi Ambon sudah dicanangkan sebagai Kota Wakaf. Ekonomi syariah akan sangat mendukung hal itu,” klaimnya.

Dikatakan, Pemerintah Kota Ambon juga berkomitmen untuk terus menghidupkan ekosistem UMKM melalui teknologi.

Bahkan dalam waktu dekat ini akan dilakukan peluncuran sistem pembayaran digital di sejumlah titik strategis UMKM di Kota Ambon.

“Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya nyata dalam meningkatkan inklusi keuangan di tingkat pedagang kecil dan menengah,” sambungnya.

Pada kegiatan Salam Fest X Moluccas Digifest 2026 ini, Wali Kota dan Bank Indonesia melaunching zona pembayaran digital untuk 3 Ruang Terbuka Publik (RTP) di Kota Ambon yakni, RTP Amahusu, Air Salobar, dan Wainitu.

Selain itu, Kota Ambon telah menjadi lokomotif utama di Provinsi Maluku dengan tingkat digitalisasi keuangan mencapai 60 persen lebih.

“Digitalisasi keuangan di Kota Ambon berada di angka 60 persen lebih. Artinya, Ambon memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi perkembangan ekonomi digital dan literasi di Maluku,” ujarnya.

Lanjutnya, kegiatan edukasi keuangan yang dilakukan secara berkala bertujuan untuk memacu  masyarakat agar lebih peduli terhadap sektor keuangan riil.

“Dengan fokus utama dari upaya ini adalah mendorong percepatan digitalisasi ekonomi di berbagai sektor,Kita harus membangun inklusi dan literasi keuangan yang kuat. Ekonomi yang tangguh hari ini adalah ekonomi yang mampu menyesuaikan diri dengan digitalisasi,” tukasnya.

(dp-19)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *