Politik dan Pemerintahan

Pemkot Ambon dan BMKG Bekali Nelayan Lewat Sekolah Lapang Cuaca, Wali Kota: Keselamatan Harus Jadi Prioritas

8
×

Pemkot Ambon dan BMKG Bekali Nelayan Lewat Sekolah Lapang Cuaca, Wali Kota: Keselamatan Harus Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
IMG 20260730 113257 778 scaled
0-4096x3072-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:465748215621304;appts:1785378777778;uid:0;qlty:1;illum:2 scene:25 humanIn:8;

Ambon, Dharapos.com – Pemerintah Kota Ambon bersama BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Yos Soedarso Ambon menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Kota Ambon di Ruang Rapat Vlisingen, Balai Kota Ambon, Kamis (30/7/2026).

Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari kelompok nelayan dan penyuluh perikanan dari berbagai wilayah di Kota Ambon mengikuti kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai informasi cuaca maritim demi keselamatan saat melaut.

SLCN merupakan program edukasi dan bimbingan teknis BMKG yang dirancang untuk membekali nelayan dengan kemampuan membaca, memahami, dan memanfaatkan informasi cuaca, iklim, serta kondisi gelombang laut sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Melalui program ini, BMKG ingin mengubah paradigma nelayan dari sekadar “mencari ikan” menjadi “menangkap ikan” secara cerdas dengan memanfaatkan informasi cuaca, sehingga risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Yos Soedarso Ambon, Mujahidin, dalam laporannya mengatakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan merupakan salah satu program strategis BMKG untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir, khususnya nelayan, dalam memahami dan memanfaatkan informasi cuaca maritim sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum melaut.

IMG 20260730 110120 036 scaled
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Yos Soedarso Ambon, Mujahidin

“Program ini juga menjadi bagian dari upaya BMKG dalam memperkuat budaya sadar cuaca serta meningkatkan keselamatan pelayaran dan kesejahteraan nelayan melalui pemanfaatan informasi meteorologi yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan terhadap informasi prakiraan cuaca maritim dan peringatan dini BMKG, membangun sinergi antara BMKG, pemerintah daerah, akademisi, serta para pemangku kepentingan di sektor kemaritiman, sekaligus mencetak peserta sebagai agen penyebar informasi cuaca di kelompok nelayan masing-masing.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon, khususnya Dinas Perikanan Kota Ambon, yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami berharap melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini akan lahir nelayan yang semakin sadar akan pentingnya informasi cuaca, mampu mengurangi risiko kecelakaan di laut, meningkatkan efektivitas penangkapan ikan, sekaligus menjadi mitra BMKG dalam menyebarluaskan informasi cuaca kepada masyarakat pesisir,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Manajemen Operasi dan Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri Meteorologi Maritim BMKG Pusat, Yuli Kartiningsih, secara daring mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Ambon, seluruh instansi terkait, serta masyarakat nelayan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, sebagai negara kepulauan, laut merupakan sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia, namun aktivitas di laut juga memiliki risiko tinggi akibat angin kencang, gelombang tinggi, hingga hujan lebat.

“Karena itu informasi cuaca yang akurat, mudah dipahami, dan mudah diakses menjadi sangat penting untuk mendukung keselamatan nelayan. BMKG berkomitmen menyediakan informasi meteorologi maritim yang tepat, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Yuli berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar mampu memahami potensi bahaya di laut serta mengambil keputusan yang tepat sebelum melaut.

Ia juga mengajak para peserta untuk menjadi perpanjangan tangan BMKG dengan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada komunitas nelayan di wilayah masing-masing.

Menurutnya, sebagai wilayah kepulauan, Kota Ambon dan Provinsi Maluku sangat membutuhkan layanan informasi cuaca maritim yang andal. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara BMKG, pemerintah daerah, instansi teknis, akademisi, media, dan komunitas nelayan agar informasi cuaca dapat menjangkau masyarakat pesisir hingga pulau-pulau terluar.

Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa Kota Ambon memiliki potensi kelautan yang sangat besar dan harus dikelola secara berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya mendukung sektor perikanan melalui penyediaan sarana dan prasarana, bantuan alat tangkap, serta penguatan sektor budidaya. Namun, peningkatan produksi harus diiringi dengan jaminan keselamatan bagi para nelayan.

IMG 20260730 111239 466 scaled
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena

“Keselamatan nelayan harus menjadi prioritas. Pengetahuan tentang cuaca dan iklim sangat penting agar nelayan dapat menentukan waktu yang tepat untuk melaut, menghindari cuaca buruk, memperoleh hasil tangkapan yang maksimal, dan yang paling utama dapat kembali ke rumah dengan selamat,” tegasnya.

Bodewin juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para narasumber.

“Kepada para narasumber kami menyampaikan terima kasih atas kesediaannya berbagi pengetahuan. Kepada seluruh peserta, ikutilah kegiatan ini dengan serius, aktif bertanya dan berdiskusi, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas melaut maupun dibagikan kepada nelayan lainnya. Dengan begitu, manfaat Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini akan semakin luas dirasakan masyarakat pesisir Kota Ambon,” pungkasnya.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *