Politik dan Pemerintahan

Perumdam Turun Tangan, 20 KK di Hukurila Kesulitan Air Bersih

3
×

Perumdam Turun Tangan, 20 KK di Hukurila Kesulitan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
IMG 20261017 WA0015

Ambon, Dharapos.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Yapono Kota Ambon bergerak menindaklanjuti keluhan warga Negeri Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Tim teknis telah diterjunkan untuk mengidentifikasi gangguan jaringan yang diduga menyebabkan warga kesulitan mengakses air.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, mengatakan keluhan tersebut disampaikan masyarakat melalui akun Facebook Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, sebelum diteruskan langsung kepadanya sekitar pukul 02.00 WIT.

as

Menindaklanjuti laporan itu, Perumdam langsung mengerahkan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan awal di lokasi.

“Tim teknis hari ini sudah turun untuk melakukan identifikasi di lapangan. Berdasarkan informasi awal, terdapat kurang lebih 20 kepala keluarga (KK) di daerah tersebut yang membutuhkan akses air bersih,” ujar Saimima kepada media, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, selama ini warga harus menempuh perjalanan untuk mendapatkan air bersih. Padahal, berdasarkan informasi awal dari tim teknis, sudah terdapat jaringan air yang mengarah ke kawasan tersebut. Namun, jaringan itu diduga mengalami gangguan atau kendala teknis lain yang masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan.

Saimima menjelaskan, pemeriksaan menyeluruh belum dapat dilakukan karena diperlukan koordinasi dengan pemerintah setempat. Pihak RT diharapkan berkomunikasi terlebih dahulu dengan Raja Negeri Hukurila agar proses survei dan penanganan jaringan dapat berjalan dengan baik.

“Kami sudah berkoordinasi dan menyepakati agar pihak setempat menyampaikan persoalan ini kepada Raja Negeri Hukurila. Setelah itu, hasil koordinasi tersebut disampaikan kepada kami sehingga tim teknis dapat kembali turun untuk melakukan pengecekan jaringan,” jelasnya.

Ia berharap laporan hasil koordinasi dari pemerintah negeri dapat diterima dalam pekan mendatang sehingga pemeriksaan lanjutan bisa segera dilakukan.

Saimima menambahkan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan jaringan air yang digunakan warga berasal dari Negeri Ema dan mengalami gangguan, tim teknis akan berupaya melakukan perbaikan sesuai kondisi di lapangan.

Perumdam juga akan mengkaji kemungkinan mendekatkan titik pengambilan air agar warga tidak lagi harus menempuh jarak terlalu jauh. Namun, penyediaan sambungan rumah (SR) bagi setiap warga tetap harus mempertimbangkan ketersediaan debit air.

Karena itu, penyediaan tempat penampungan air turut menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Kami berharap melalui koordinasi dan pemeriksaan jaringan ini, kebutuhan air bersih masyarakat di Hukurila dapat terjawab. Kami akan melihat kondisi di lapangan dan mencari solusi yang memungkinkan sesuai ketersediaan debit air,” katanya.

Lebih lanjut, Saimima mengakui Negeri Hukurila belum termasuk kawasan pengembangan jaringan Perumdam Tirta Yapono. Hingga saat ini, Perumdam belum memiliki jaringan pelayanan sendiri di wilayah Kecamatan Leitimur Selatan tersebut.

Meski demikian, keterbatasan jaringan tidak menjadi alasan untuk mengabaikan keluhan warga yang membutuhkan air bersih.

“Kami menyadari bahwa wilayah tersebut belum menjadi daerah pengembangan jaringan Perumdam. Namun, masyarakat di sana juga merupakan warga Kota Ambon yang membutuhkan air bersih. Karena itu, setiap keluhan akan kami tindak lanjuti dengan turun langsung untuk melihat permasalahan dan mencari solusi,” tegasnya.

Ia menyebutkan, langkah tersebut sejalan dengan salah satu program prioritas Wali Kota Ambon periode 2025–2030, yakni pemenuhan akses air bersih bagi masyarakat.

Menurutnya, perluasan akses air bersih hingga 2030 membutuhkan kerja sama, respons cepat, serta penanganan profesional terhadap setiap laporan masyarakat, termasuk dari wilayah yang belum terjangkau jaringan Perumdam.

Dengan adanya tindak lanjut atas keluhan warga Hukurila, Perumdam Tirta Yapono berharap koordinasi dengan pemerintah negeri dan pemeriksaan teknis lanjutan dapat menghasilkan solusi yang tepat, sehingga sekitar 20 KK yang membutuhkan air bersih bisa memperoleh akses yang lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *