Dobo, Dharapos.com – Warga masyarakat di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru menyampaikan ungkapan kekecewaannya atas pelayanan yang diberikan pengelola SPBU Regular Rasyid di wilayah itu.
Kekecewaan itu dipicu lantaran pelayanan SPBU yang tidak maksimal akibat hanya tersisa satu dispenser yang digunakan melakukan pengisian BBM ke kendaraan masyarakat. Sementara tiga dispenser BBM lainnya dilaporkan mengalami kerusakan.
Maka tak heran jika kondisi itu menyebabkan antrian panjang kendaraan menjadi tontonan sehari-hari warga dalam beberapa waktu belakangan ini.
“Lebih baik pengelola SPBU Reguler Rasyid Dobo ini dia tutup usahanya sudah, jangan menganggap persoalan antrean sebagai hal biasa,” tegas salah satu warga kepada media ini saat sedang mengantri BBM di SPBU tersebut, Senin (26/10/2026).
Pekerja swasta yang menolak namanya dipublish ini, mendesak pengelola SPBU untuk secepatnya mengambil langkah konkret guna melakukan perbaikan tiga dispenser BBM yang rusak.
Dengan begitu, proses pengisian BBM berlangsung tertib, lancar dan tidak merugikan masyarakat.
“Kami juga mendesak pihak pengelola SPBU segera memberikan kejelasan terkait kendala atau penyebab rusaknya tiga mesin dispenser lainnya,” desak sumber.
Ia bahkan mencurigai adanya unsur kesengajaan dibalik klaim rusaknya 3 mesin dispenser BBM di SPBU tersebut.
“Bisa saja mereka sengaja menyampaikan itu ke masyarakat seolah-olah mesin rusak. Padahal jangan-jangan karena ada kabar yang beredar bahwa harga BBM akan naik sehingga SPBU pakai modus mesin rusak untuk sengaja menimbun BBM sampai harga naik baru dijual,” tudingnya kesal.
Karena itu, sumber mendesak OPD terkait dalam hal ini Dinas Perindag Kepulauan Aru untuk segera melakukan sidak ke SPBU tersebut dan melakukan Uji Tera di 3 mesin yang rusak guna mengetahui pasti penyebab kerusakannya.
Juga sekalian meminta klarifikasi dari pihak pengelola SPBU terkait ketersediaan stok BBM, kondisi mesin pengisian serta pola pelayanan kepada konsumen.
Sumber mengaku tak habis pikir, pengelola SPBU Reguler Rasyid Dobo hingga saat ini belum juga memberikan keterangan resmi kepada publik terkait penyebab kerusakan 3 mesin dispenser BBM tersebut.
“Ini mereka malah memilih diam saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa,” herannya.
Warga berharap pihak Pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas menyikapi kondisi ini.
“Ya, bila perlu SPBU Reguler Rasyid Dobo dicabut ijin operasionalnya sementara waktu sampai tiga mesin dispenser kembali normal. Sehingga pelayanan BBM di Kota Dobo dapat berjalan lebih tertib, lancar dan dapat memenuhi kebutuhan warga,” desaknya.
(dp-31)













