Politik dan Pemerintahan

Perempuan di Garda Depan, PWKI Maluku Perangi HIV/AIDS dan TBC Lewat Edukasi

47
×

Perempuan di Garda Depan, PWKI Maluku Perangi HIV/AIDS dan TBC Lewat Edukasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260505 115000 025

Ambon, Dharapos.com — Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Maluku kian menegaskan peran strategis perempuan sebagai ujung tombak perubahan sosial, khususnya dalam menghadapi ancaman HIV/AIDS dan TBC di masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Ambon, PWKI tidak sekadar memberikan edukasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa perempuan memiliki kekuatan besar dalam menjaga kesehatan keluarga hingga lingkungan sekitar.

Penasihat DPD PWKI Maluku, Lisa Wattimena, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda rutin, melainkan bagian dari gerakan nyata yang berdampak luas.

“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah panggilan pelayanan untuk menghadirkan perubahan nyata bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Ia menuturkan, PWKI sebagai organisasi perempuan berbasis nilai Kristiani terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan pelayanan.

Dengan semangat itu, perempuan didorong tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga motor penggerak dalam berbagai isu penting, termasuk kesehatan.

“Ibu adalah garda terdepan dalam keluarga. Dari rumah, perubahan besar bisa dimulai—mulai dari menjaga kesehatan, mendidik anak, hingga membangun generasi yang kuat,” ujarnya.

Namun, menurut Lisa, peran perempuan tidak berhenti di lingkup domestik. Perempuan yang sehat dan berdaya memiliki pengaruh besar dalam membentuk lingkungan sosial yang lebih baik.

“Ketika perempuan kuat, maka keluarga kuat. Ketika keluarga kuat, maka masyarakat juga akan kuat,” katanya.

Sebagai organisasi yang telah berdiri selama delapan dekade, PWKI terus berupaya menjadi terang dan garam di tengah masyarakat, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup, khususnya di bidang kesehatan.

Melalui sosialisasi HIV/AIDS dan TBC ini, PWKI ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang cukup tentang pentingnya pencegahan sejak dini serta pola hidup sehat.

Lisa berharap, gerakan ini mampu melahirkan lebih banyak perempuan yang tampil sebagai agen perubahan dalam menekan penyebaran penyakit menular.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat dampak pelayanan kepada masyarakat.

“Kerja bersama adalah kunci. Kami berharap kemitraan dengan pemerintah dan berbagai pihak terus diperkuat demi melayani sesama,” tutupnya.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *