Politik dan Pemerintahan

Warga Ambon Terancam Kehilangan Pekerjaan di Bandara Pattimura, William Mairuhu Desak Maskapai Utamakan Tenaga Kerja Lokal

0
×

Warga Ambon Terancam Kehilangan Pekerjaan di Bandara Pattimura, William Mairuhu Desak Maskapai Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini
IMG 20260730 WA0067 scaled

Ambon, Dharapos.com – Kekhawatiran mulai dirasakan masyarakat Kota Ambon yang bekerja di kawasan Bandara Pattimura. Sejumlah maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara tersebut dikabarkan mulai membuka lowongan kerja dan merekrut tenaga kerja dari luar daerah, sehingga memicu keresahan di kalangan pekerja lokal yang khawatir kehilangan pekerjaan hingga terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Ambon, William Mairuhu, mendesak seluruh maskapai penerbangan agar memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam setiap proses rekrutmen maupun kebijakan ketenagakerjaan.

Menurutnya, keberadaan perusahaan di suatu daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, termasuk membuka kesempatan kerja bagi putra-putri daerah yang memiliki kompetensi.

“Jangan sampai masyarakat Ambon hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Selama tenaga kerja lokal memiliki kemampuan dan memenuhi persyaratan, mereka harus menjadi prioritas untuk direkrut maupun dipertahankan,” tegas William.

Ia menilai perekrutan tenaga kerja dari luar daerah tanpa mempertimbangkan keberadaan pekerja lokal berpotensi menimbulkan persoalan sosial, terutama meningkatnya angka pengangguran di Kota Ambon.

Karena itu, William meminta Pemerintah Kota Ambon bersama instansi terkait, termasuk pengelola Bandara Pattimura, segera berkoordinasi dengan seluruh maskapai penerbangan agar kebijakan rekrutmen tenaga kerja tetap berpihak pada kepentingan masyarakat lokal.

“Perusahaan memang memiliki kewenangan dalam merekrut karyawan. Namun, tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di daerah tempat mereka beroperasi juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai warga yang selama ini bekerja justru kehilangan mata pencaharian akibat kebijakan yang tidak berpihak kepada tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Ia juga mendorong adanya komunikasi yang baik antara pemerintah, pengelola bandara, dan pihak maskapai untuk memastikan setiap kebijakan ketenagakerjaan dilakukan secara transparan serta mengedepankan asas keadilan.

William berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius agar tidak berkembang menjadi keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran maskapai penerbangan di Ambon seharusnya tidak hanya memperkuat konektivitas transportasi udara, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan yang berpihak kepada masyarakat lokal.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *